Jumat, 22 April 2016

tes TOEFL itu mudah



Informasi Penting Seputar Tes TOEFL

Sebelum Anda membaca lebih lanjut mengenai strategi jitu untuk masing-masing bagian dari tes TOEFL, sebaiknya Anda memahami dulu segala informasi detil yang berkaitan dengan tes TOEFL berikut ini.

  1. Apa jenis-jenis TOEFL yang ada?
Jenis tes TOEFL berkembang dari waktu ke waktu. Namun sekarang ini orang mengenal adanya dua jenis tes yakni Paper-based Test dan IBT (Internet-based test), sedangkan CBT (computer-based test) tidak digunakan lagi. Persyaratan tes TOEFL di beberapa perguruan tinggi di Indonesia masih menggunakan paper-based test, terutama TOEFL ITP (Institutional Testing Program) yang dikelola oleh ETS (English Testing System). Misalnya Anda akan mendaftar di salah satu jurusan program S2 atau S3 di Universitas Indonesia (UI), maka sebaiknya Anda mengambil tes yang dipersyarakat dan diselenggarakan di UI. Bagaimana dengan persyaratan TOEFL untuk perguruan tinggi di luar negeri? Pertama-tama Anda perlu menanyakan jenis TOEFL tes yang dikehendaki oleh lembaga yang Anda tuju apakah mensyaratkan tes IBT ataukah cukup dengan paper-based test dalam bentuk TOEFL ITP test. Kedua, Anda perlu mengetahui lembaga mana yang direkomendasikan oleh perguruan tinggi tersebut dalam penyelenggarakan test TOEFL.

Bagaimana dengan tes TOEFL simulasi atau tes prediksi TOEFL? Tes TOEFL Simulasi atau Tes Prediksi TOEFL bukanlah tes resmi sehingga skor TOEFL yang Anda peroleh tidaklah valid dan skor ini tidak bisa Anda gunakan sebagai prasyarat untuk mendaftarkan diri Anda di perguruan tinggi atau untuk melamar pekerjaan di sebuah perusahaan atau departemen pemerintah. Jadi jangan percaya bila Anda ditawari tes TOEFL simulasi dengan janji bahwa hasil tes bisa digunakan untuk mendaftar di perguruan tinggi atau departemen pemerintah. Bagaimana dengan CBT (Computer- based TOEFL)? CBT tidak lagi digunakan untuk saat ini dan sudah diganti dengan IBT.


  1. Berapa target skor TOEFL Anda?
Target TOEFL sangat tergantung pada perguruan tinggi yang Anda tuju. Anda bisa menanyakan ke bagian akademik perguruan tinggi tentang prasyarat minimal skor TOEFL karena masing-masing perguruan tinggi dan bahkan masing-masing jurusan mempunyai kebijakan sendiri-sendiri. Untuk perguruan tinggi di luar negeri, rata-rata persyaratan skor Paper-based TOEFL yang ada adalah 550, namun sekali lagi ini sangat tergantung pada kebijakan masing-masing perguruan tinggi. Bila kembali kepada pertanyaan berapa target TOEFL Anda, maka sesuaikan saja target Anda dengan persyaratan minimal perguruan tinggi yang Anda tuju.

  1. Temukan kelebihan dan kekurangan kita?
Sebelum Anda mempelajari TOEFL dan menghadapi tes TOEFL, tanyakan kepada diri Anda sendiri terlebih dahulu kelebihan dan kekuarangan Anda. Bila Anda pernah mengikuti tes TOEFL, bidang (section) manakah yang menurut Anda paling kuat dan paling lemah; Listening, Structure ataukah Reading? Misalnya, bila Anda sudah mengetahui bahwa Listening adalah bagian terlemah Anda, maka Anda perlu lebih fokus untuk berlatih lebih tekun lagi pada bagian Listening.

  1. Apakah jenis-jenis soal yang diujikan?
Ada 3 bagian yang diujikan dalam tes TOEFL yakni Listening, Structure and Written Expression dan Reading comprehension, masing-masing dengan jumlah soal dan alokasi waktu sendiri-sendiri. Tes bagian Listening menguji kemampuan Anda untuk memahami bahasa percakapan (spoken English). Tes bagian Structure & Written Expresions menguji kemampuan Anda tentang berbagai aspek tata bahasa, sedangkan bagian Reading Comprehension menguji kemampuan Anda dalam memahami isi bacaan ilmiah.


  1. Berapa jumlah soal yang diujikan dan seberapa lama alokasi waktu yang diberikan?
Sebagaimana yang sudah dijelaskan sebelumnya, masing-masing bagian tes mempunyai jumlah soal dan alokasi waktu sendiri-sendiri. Sekarang perhatikan  bagan berikut ini.


Bagian tes
Jumlah soal
Alokasi waktu
1.
Listening comprehension
50
35 menit
2.
Structure and Written Expressions
35
25 menit
3.
Reading comprehension
40
55 menit

Total
125
155 menit

  1. Apakah yang dimaksudkan dengan alokasi waktu?
Alokasi waktu adalah lama waktu yang sudah ditetapkan untuk mengerjakan soal pada setiap bagian tes. Misalnya, Listening comprehension mendapatkan alokasi waktu selama 35 menit. Artinya, peserta tes tidak boleh lagi mengerjakan atau merevisi pilihan jawaban bagian Listening sesudah waktu 35 menit tersebut selesai. Contoh lain ketika tes sudah berpindah ke bagian Structure and Written Expressions maka peserta diberi waktu selama 25 menit untuk mengerjakan soal pada bagian ini. Artinya, peserta tidak diperbolehkan merevisi bagian Listening atau mengerjakan bagian Reading Comprehension. Melakukan hal tersebut akan dianggap sebagai tindakan mencontek dan bisa dikenai sangsi oleh pengawas tes. Bagian Reading Comprehension mendapatkan alokasi waktu selama 55 menit. Bila peserta tes sudah berhasil menyelesaikan tes kurang dari waktu 55 menit, maka dia tidak diperkenankan untuk menggunakan waktu yang tersisa untuk mengoreksi bagian Listening atau Structure & Written Expressions. Sekali lagi, masing-masing bagian tes sudah mendapatkan alokasi waktunya sendiri-sendiri.



  1. Bagaimanakah nilai TOEFL diukur?
Tentu saja ada cara tersendiri bagaimana nilai TOEFL diukur. Pertama-tama tentu dilihat berapa jumlah pilihan jawaban yang benar pada masing-masing bagian dari tes. Kedua, ada tabel konversi yang sudah ditetapkan. Perhatikan tabel konversi berikut ini.

Jawaban benar
Nilai konversi untuk Section 1
Nilai konversi untuk Section 2
Nilai konversi untuk Section 3
50
68
-
67
49
66
-
66
48
64
-
65
47
63
-
63
46
61
-
61
45
61
-
60
44
60
-
59
43
59
-
58
42
58
-
57
41
57
-
56
40
56
68
55
39
55
67
54
38
55
66
54
37
54
64
53
36
53
62
52
35
52
60
52
34
51
59
51
33
51
58
50
32
50
56
49
31
49
55
48
30
49
54
48
29
48
54
47
28
48
52
46
27
47
51
46
26
47
50
45
25
46
49
44
24
46
48
43
23
45
47
43
22
44
46
42
21
44
45
41
20
43
44
40
19
43
43
39
18
42
42
38
17
41
41
37
16
40
40
36
15
40
39
35
14
39
38
34
13
37
37
33
12
36
36
31
11
35
34
30
10
34
34
29
9
33
32
28
8
32
30
28
7
31
29
27
6
30
28
26
5
29
26
25
4
28
25
24
3
27
24
23
2
25
22
23
1
24
21
22
0
20
20
21

Sekarang perhatikan contoh perhitungan nilai TOEFL berikut ini. Misalnya Anda mendapatkan jumlah pilihan jawaban yang benar sebagai berikut:
a. Listening Comprehension                     : 26
b. Structure and Written Expressions      : 20
c. Reading Comprehension                      : 35

Dari nilai TOEFL ini kemudian dicarikan skor konversinya dengan melihat tabel konversi di atas. Dari tabel konversi ini diperoleh nilai skor TOEFL Anda sebagai berikut.


Jumlah jawaban benar
Skor konversi
1.
Listening Comprehension
26

47
2.
Structure and Written Expressions
20

44
3.
Reading Comprehension
35
52

Total

143

            Nilai TOEFL akhir    =          Skor total konversi
                                                            ______________
                                                                        3
            Jadi untuk nilai TOEFL yang Anda dapatkan adalah:
                                                                        143
                                                                        ____   = 476
                                                                       
   3